Info COVID-19: Kebijakan PSBB DKI Jakarta, Tokopedia Tetap Menjalani Aktivitas Seperti Biasa

Seller, sudah memasuki bulan keenam Indonesia berjuang melawan pandemi COVID-19. Dalam upaya menanggulangi penyebaran virus COVID-19, Gubernur Provinsi DKI Jakarta menerbitkan Peraturan Gubernur No. 88 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur No 33 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan COVID-19 di Provinsi DKI Jakarta. 

Kebijakan tersebut berlaku mulai 14 September 2020 hingga 28 September 2020 dan dapat diperpanjang apabila kondisi penyebaran COVID-19 belum kondusif atau dapat dihentikan apabila kondisi penyebaran COVID-19 telah kondusif.

Seller Tokopedia tidak perlu khawatir, kamu tetap bisa berjualan online seperti biasa dan bantu #JagaEkonomiIndonesia dari rumah. Tokopedia akan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa selama kebijakan ini berlangsung. 

Baca juga: Imbauan untuk Seller Tokopedia di Tengah Pandemi Virus Corona

Berikut beberapa isi dari kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk wilayah DKI Jakarta 

1. Sektor usaha yang tetap dapat beroperasi dalam pengetatan PSSB sesuai dalam Pasal 10 ayat (1) Peraturan Gubernur No. 88 tahun 2020 dapat melanjutkan aktivitas kegiatan usahanya dengan tetap melakukan memperhatikan protokol kesehatan dan melakukan pembatasan kapasitas pekerja dan pengunjung. Sektor tersebut, antara lain:

  1. Kesehatan (termasuk industri yang memproduksi alat kesehatan, distributor alat kesehatan atau UMKM yang menjual alat kesehatan);
  2. Bahan pangan, makanan dan minuman;
  3. Energi;
  4. Komunikasi dan teknologi informasi;
  5. Keuangan;
  6. Logistik dan distribusi barang;
  7. Perhotelan;
  8. Konstruksi;
  9. Industri strategis;
  10. Pelayanan dasar, utilitas publik dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; dan
  11. Kebutuhan keseharian dan penjual ritel (warung, toko kelontong, UMKM dan toko di pusat perbelanjaan).

2. Perkantoran, sekolah, fasilitas umum, taman, balai pertemuan dan kegiatan keagamaan, pernikahan,  ditutup untuk sementara waktu kegiatannya hingga PSBB Jakarta telah berakhir. Untuk pernikahan dan keperluan (hanya dapat dilakukan di KUA/Kantor Catatan Sipil).

3. Selama pemberlakuan PSBB, dilakukan pembatasan sementara aktivitas bekerja di tempat kerja/kantor. Bagi tempat usaha yang tetap memiliki kegiatan perusahaan, dapat menerapkan beberapa hal berikut:

  1. Menerapkan batasan kapasitas jumlah orang paling banyak 25% (dua puluh lima persen) yang berada dalam tempat kerja dalam satu waktu bersamaan;
  2. Menjaga agar pelayanan yang diberikan dan/atau aktivitas usaha tetap berjalan secara terbatas;
  3. Menjaga produktivitas/kinerja pekerja;
  4. Melakukan pencegahan penyebaran Coronavirus Disease (COVID-19) di lokasi dan lingkungan tempat kerja;
  5. Melakukan penghentian sementara aktivitas di tempat kerja/kantor paling sedikit 3 x 24 (tiga kali dua puluh empat) jam apabila ditemukan pekerja yang terpapar CoronaVirus Disease (COVID-19)
  6. Menjaga keamanan lokasi dan lingkungan sekitar tempat kerja; dan
  7. Memberikan pelindungan kepada pekerja yang terpapar Coronavirus Disease (COVID-19) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Selama pemberlakuan PSBB, semua kegiatan pergerakan orang dan/atau barang dihentikan sementara, kecuali untuk:

  1. Pemenuhan kebutuhan pokok; dan
  2. Kegiatan yang diperbolehkan selama pemberlakuan PSBB.

5. Pemenuhan kebutuhan pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (3) huruf a, meliputi kegiatan penyediaan, pengolahan, penyaluran dan/atau pengiriman:

  1. bahan pangan/makanan/minuman;
  2. barang sandang;
  3. energi;
  4. komunikasi dan teknologi informasi;
  5. keuangan, perbankan dan sistem pembayaran; 
  6. Logistik

6. Dikecualikan dari penghentian sementara kegiatan pergerakan orang adalah jenis moda transportasi:

  1. kendaraan bermotor pribadi;
  2. angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum;
  3. angkutan perkeretaapian; dan
  4. angkutan perairan.

7. Dikecualikan dari penghentian sementara kegiatan pergerakan barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1), untuk semua jenis moda transportasi.

8. Pengguna sepeda motor pribadi diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sebagai berikut:

  1. Digunakan hanya untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan/atau aktivitas lain yang diperbolehkan selama PSBB;
  2. Melakukan desinfeksi kendaraan dan atribut setelah selesai digunakan;
  3. Menggunakan masker; dan
  4. Tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit.

9. Pengiriman barang atau logistik tetap berjalan normal seperti biasa baik untuk barang yang dikirimkan menggunakan jasa perusahaan logistik (Tiki/JNE/Sicepat/Anteraja/Wahana/Pos Indonesia) maupun menggunakan jasa ojek daring (GOJEK/GRAB).

Temukan selengkapnya Peraturan Gubernur No. 88 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sini.

Pertanyaan yang sering ditanyakan:

1. Apakah ada perubahan terkait layanan pengiriman dari partner logistik Tokopedia? 

Hingga hari ini, tidak ada perubahan terkait layanan pengiriman dari partner logistik Tokopedia. Seluruh partner logistik Tokopedia bisa kamu gunakan untuk pengiriman pesanan. Namun, akan ada potensi terjadi keterlambatan pengiriman. Pelajari informasi batas waktu pengiriman pesanan di sini.

2. Apakah saya masih bisa mengirim barang ke luar DKI Jakarta?

Pada Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tertuang dalam Peraturan Gubernur nomor 88 tahun 2020 tidak ada pembatasan pengiriman ke luar DKI Jakarta. Seller masih bisa mengirim barang ke luar wilayah DKI Jakarta seperti biasa. Pelajari skenario pengiriman paket selama masa pandemi COVID-19 di sini.

3. Sampai kapan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini berlaku?

Kebijakan PSBB  Transisi untuk wilayah DKI Jakarta berlaku mulai 14 September 2020 hingga 28 September 2020. 

Yuk, berikan kritik & masukan untuk Pusat Seller Tokopedia dengan mengisi survei ini

Survei Pusat Seller