[#KataSeller] Bangun Komunitas, Begini Cara Unik Tarik Calon Pembeli a la Toko Bahan Kue

Intip di sini rahasia dapur Toko Bahan Kue buat ngegaet pembeli!

Diperbarui 23 Jan  • Baca 2 menit

Hai, Seller! Kamu lagi cari cara untuk menarik lebih banyak kunjungan ke tokomu? Kali ini Kak Michael Christiawan atau yang akrab disapa Kak Michael dari Toko Bahan Kue mau membagikan beberapa cara uniknya dalam menggaet calon pembeli dan mempertahankan pelanggannya. Penasaran? Simak ulasannya berikut ini ya!

Kenapa bangun komunitas pembeli?

Berawal saat masa pandemi, Kak Michael selaku owner juga aktif di salah satu forum baking di media sosial. Di forum ini, Kak Michael bertemu dengan berbagai orang, baik yang sudah expert dalam hal baking maupun yang baru coba-coba. Lewat forum ini, Kak Michael mulai membagikan tips maupun solusi-solusi termasuk dengan memberikan informasi tentang produk apa yang cocok untuk membantu orang-orang dalam mengatasi permasalahan saat membuat kuenya.

Dari sinilah akhirnya ide membuat acara offline yang diberi nama Baking Demo pun lahir. Sampai hari ini, Toko Bahan Kue sudah membuat 10 acara Baking Demo yang diadakan selama 2 bulan sekali dan menghadirkan chef-chef andal.

Setelah menjalankan 10 acara Baking Demo, Toko Bahan Kue menemukan, setidaknya hingga 50% peserta Baking Demo melakukan transaksi untuk produk yang dicoba di acara tersebut, dan 30% dari pesertanya adalah peserta yang sudah pernah mengikuti Baking Demo sebelumnya. Baking Demo terbukti punya dampak yang berarti ya untuk Toko Bahan Kue.

Coba cek beberapa keuntungan adanya komunitas pembeli lainnya berikut ini.

Keuntungan membangun Komunitas Pembeli

  1. Dapat lebih dekat dengan calon pembeli dan pelanggan setia. Dengan adanya komunikasi yang terus terjalin antara Seller dan pembeli, jarak pun lebih terkikis.
  2. Lebih efektif dalam menjelaskan product knowledge. Dengan penjelasan secara langsung dari ahli dan pengaplikasiannya, pembeli lebih punya bayangan tentang cara pemakaian produk.
  3. Lebih meyakinkan untuk mengarahkan calon pembeli untuk membeli produk. Karena sudah mengikuti ulasan hingga cara penggunaan produk, mereka yang tergabung dalam komunitas juga punya kecenderungan yang lebih besar datang ke tokomu untuk checkout produk.

Kamu mau bikin komunitas pembeli tapi masih maju-mundur? Coba deh aplikasikan beberapa tips untuk membuat komunitas pembeli ala Toko Bahan Kue berikut ini.

5 Tips Membuat Komunitas Pembeli ala Toko Bahan Kue

1. Siapkan materi yang relevan untuk komunitas pembeli

Coba berpikir dengan helicopter view agar kamu dapat melihat permasalahan lebih luas. Dengan begitu kamu bisa membawakan materi yang relevan dengan kebutuhan calon pembeli.

Misalnya, Toko Bahan Kue pernah mengulas tentang Cara Menghitung Perencanaan Keuangan untuk Bisnis Rumahan. Ini relevan bagi audiens Toko Bahan Kue pada momen pandemi di mana banyak orang yang mulai mencoba membuat kue dan menjualnya.

2. Gunakan data pembeli untuk menentukan jenis acara komunitas

Jika kamu masih bingung dalam menentukan acara komunitas pembeli yang akan diselenggarakan secara online atau offline, manfaatkan data domisili pembeli kamu. Untuk melakukan ini, kamu bisa melihatnya di daftar pesanan ataupun halaman . Dengan melihat domisilinya, akan lebih mudah untuk menentukan apakah acara komunitas tokomu akan diselenggarakan secara online ataupun offline.

Misalnya, Toko Bahan Kue mengadakan acara Baking Demo offline dengan berkolaborasi dengan brand dan Chef andal untuk membuat satu menu dengan menggunakan produk dari brand tersebut. Di acara ini, Toko Bahan Kue menerapkan HTM (Harga Tiket Masuk) untuk para peserta, namun juga memberikan goodie bags berisi produk dan makan siang selain materi demo yang berharga dari ahlinya langsung. Setiap kali mengadakan acara Baking Demo, acaranya dihadiri hingga 30 peserta karena kuota yang terbatas.

Dari segi penyampaian materi Baking Demo, acaranya sendiri berisi sharing-sharing seputar cara pembuatan menu yang sudah ditentukan sebelumnya, hingga informasi produk yang dapat dibeli di Toko Bahan Kue untuk mendorong para peserta demo untuk mengunjungi Toko Bahan Kue di Tokopedia dan membelinya.

3. Gunakan pendekatan yang bersahabat dengan calon pembeli

Lakukan pendekatan secara personal kepada pembeli. Calon pembeli ataupun pembeli menyukai Seller yang bercakap lebih dari sekadar template, sehingga mereka pun dapat lebih merasa bahwa mereka sedang mengobrol dengan manusia juga.

Contohnya: Toko Bahan Kue juga menginformasikan acara Baking Demo kepada masing-masing pembeli lewat personal message, sehingga komunikasi yang terbangun pun jadi lebih luwes dan engaging ke masing-masing pembeli.

4. Siapkan produk atau value lainnya yang bisa dibagikan untuk komunitasmu

Biar calon pembeli ataupun pembeli tertarik untuk ikutan komunitas pembeli yang kamu buat, tawarkan juga value atau nilai tambah yang bisa didapatkan oleh mereka dengan mengikuti komunitasmu.

Misalnya: Toko Bahan Kue pernah menawarkan foto produk untuk 20 pembeli, pembeli cukup mengirimkan produknya ke Toko Bahan Kue, dan Toko Bahan Kue akan membuat foto produknya secara gratis.

Jika kamu ingin mengaplikasikan tips ini, kamu juga bisa menukarkan value dengan membagikan kupon promo khusus, produk sampel, dan sebagainya.

5. Bagikan konten informasi tentang produk maupun agenda komunitasmu lewat Tokopedia FEED, Shorts hingga media sosial

Untuk memastikan informasi produk ataupun agenda komunitas pembeli sampai ke semua target audiens, pastikan untuk rajin upload konten di Tokopedia FEED, upload video pendek di Shorts ataupun di media sosial. Jangan lupa juga bagikan informasi produk dan toko dengan share link toko atau produk ya. Ini juga termasuk cara yang efektif untuk mempromosikan produk dan toko kamu loh, Seller.

Baca Juga:

Baca Juga:

Nah, itu tadi beberapa hal yang perlu kamu ketahui tentang membangun komunitas yang sudah dilakukan oleh Toko Bahan Kue. Tunggu apa lagi, yuk langsung praktekkan sekarang juga di tokomu!

Apakah informasi ini membantu?

Artikel Terkait

Perlu bantuan lebih lanjut?

© 2009-2024, PT Tokopedia | Syarat & ketentuan | Hak Kekayaan Intelektual