Info COVID-19: Kementerian Keuangan RI Berikan Fasilitas Kepabeanan, Cukai & Pajak untuk Barang Kategori Kesehatan

Seller, Indonesia sudah 2 bulan berperang dengan pandemi COVID-19. Pemerintah, tenaga medis dan masyarakat Indonesia turut berperan dalam upaya menghentikan penyebaran pandemi COVID-19 ini. Pada 16 April 2020, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 34 tahun 2020 tentang Pemberian Fasilitas Kepabeanan dan/atau Cukai serta Perpajakan atas Impor Barang untuk Keperluan Penanganan Pandemi COVID-19. 

Peraturan Menteri Keuangan ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan dalam pemberian fasilitas fiskal atas impor barang yang diperlukan dalam penanganan pandemi COVID-19. Fasilitas fiskal dalam hal ini adalah kebijakan yang dibuat pemerintah untuk membebaskan biaya pajak atau bea cukai yang ditujukan bagi barang yang dianggap perlu untuk menangani pandemi ini seperti pembersih tangan, masker dan lainnya.

Berikut informasi penting terkait kebijakan Menteri Keuangan mengenai pembebasan biaya pajak:

1. Jenis Barang

Jenis barang yang memenuhi syarat untuk fasilitas fiskal ini adalah:

  1. Pembersih tangan dan produk yang mengandung desinfektan, termasuk pembersih tangan antiseptik dan sabun desinfektan
  2. Test kit dan reagen laboratorium
  3. Virus Transfer Media
  4. Obat-obatan dan vitamin, termasuk obat-obatan yang mengandung parasetamol dan hidroklorokuin, multivitamin, dan vitamin A, B, C
  5. Peralatan medis, termasuk termometer, kapas, jarum suntik, dan pompa infus;
  6. Peralatan pelindung pribadi, termasuk masker, pakaian pelindung (APD), sarung tangan, pelindung wajah, dan kacamata medis.
  7. Dan lainnya.

Lihat detail jenis barang yang diperbolehkan di sini.

2. Jenis Fasilitas Fiskal

Untuk impor barang yang dibutuhkan dalam proses penanganan pandemi COVID-19, ada 3 jenis fasilitas bea dan cukai serta pajak yang diberikan:

  1. Pembebasan bea masuk dan/atau cukai;
  2. Tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai Gratis (PPN) atau Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM); dan
  3. Pembebasan dari Pajak Penghasilan atau PPh Pasal 22.

3. Permintaan Fasilitas Fiskal

Jika harga barang yang Seller jual seharga USD 500 (Rp 7.750.000) atau lebih, maka Seller wajib untuk mendaftarkan mengajukan permintaan fasilitas fiskal. Untuk dapat memperoleh fasilitas fiskal ini, teman-teman Seller harus melakukan hal berikut:

  1. Mengajukan permohonan ke Kemenkeu melalui Kantor pusat Bea dan Cukai
  2. Mengajukan secara online melalui website Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atau Indonesia Single Window Nasional
  3. Setelah permohonan disetujui, Kepala Kantor Bea dan Cukai akan mengeluarkan Keputusan Menteri tentang pemberian fasilitas bea dan cukai serta perpajakan untuk mengimpor barang untuk tujuan penanganan COVID-19.

Bagi teman-teman Seller yang menjual produk dalam sesuai jenis barang di atas dan mengambil produk dari luar negeri (impor), dapat mengajukan permohonan fasilitas ini untuk mendukung bisnis kamu dan memberikan harga produk yang lebih rendah karena kamu tidak perlu lagi membayar ekstra bea dan biaya cukai.

Baca juga: Informasi Penting Seputar Pajak Impor dan Pengiriman Barang dari Batam

Penting! Impor barang berikut tidak perlu mengajukan permohonan fasilitas:

  1. Barang yang dikirim dari negara lain ke penerima di Indonesia dengan harga di bawah USD 500 atau Rp7.750.000 (Kurs Rp15.000) per barang per penerima. Dibuktikan dengan Consignment Note (CN).
  2. Barang yang dibawa penumpang dengan harga di bawah USD500 per penumpang per kedatangan, dibuktikan dengan Customs Declaration (Pernyataan Pabean).

Seller, jangan ditunda kesempatan ini ya. Mari kita sama-sama bantu jaga ekonomi Indonesia dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia. Peran kamu sebagai Seller, sangat diperlukan.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Peraturan Menteri Keuangan No. 34 tahun 2020, baca selengkapnya di sini.

Untuk keperluan pengiriman dari Batam ke luar kota, Seller dapat mengetahui informasi lebih lanjut di sini

Yuk, berikan kritik & masukan untuk Pusat Seller Tokopedia dengan mengisi survei ini

Survei Pusat Seller