Tokopedia

Topik

  1. Legalitas dan Perizinan
  2. Info COVID-19: Pemerintah Berikan Insentif Pajak untuk UMKM yang Terdampak Pandemi

Info COVID-19: Pemerintah Berikan Insentif Pajak untuk UMKM yang Terdampak Pandemi

Seller yang memenuhi syarat tidak perlu membayar pajak PPh …

Diperbarui 08 Dec • Baca 2 menit

Seller yang memenuhi syarat tidak perlu membayar pajak PPh

Hai Seller, sudah satu semester ini Indonesia menghadapi pandemi COVID-19. Berbagai upaya masyarakat dan pemerintah untuk menghadapi COVID-19 telah dilakukan. Demi percepatan pemulihan ekonomi nasional, Kementerian Keuangan Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 Tahun 2020 (PMK 23 Tahun 2020) Tentang Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Wabah Virus Covid-19.

Program pemberian insentif pajak untuk Seller mulai berlaku dari April 2020 hingga Desember 2020. Seller dapat mengajukan insentif pajak ini melalui website www.pajak.go.id paling lambat tanggal 20 setelah berakhirnya masa pajak.

3 jenis pajak yang mendapatkan insentif pajak

1. PPh Pasal 22 Impor

PPh Pasal 22 Impor yang diberikan insentif berupa pembebasan pembayaran pajak. Pembebasan ini merupakan efek dari berkurangnya aktivitas pengiriman barang untuk masuk ke Indonesia guna mencegah penyebaran virus yang semakin masif perkembangannya di Indonesia, baik itu penghentian sementara dari negara asal atau pengurangan aktivitas belanja dari pelaku impor di Indonesia. 

Bagi Seller  yang melakukan aktivitas impor akan diberikan pembebasan PPh Pasal 22 impor selama 6 bulan. Pemberian fasilitas ini diberikan melalui Surat Keterangan Bebas (SKB) PPh Pasal 22 Impor kepada wajib pajak.

Baca juga: Kementerian Keuangan RI Berikan Fasilitas Kepabeanan, Cukai & Pajak untuk Barang Kategori Kesehatan

2. Restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Terakhir ada PPN yang diberikan insentif selama masa wabah Covid-19 ini. Insentif PPN yang diberikan adalah dengan kemudahan proses pemberian restitusi kepada PKP yang telah ditentukan pada PMK 23 Tahun 2020 selama 6 bulan ke depan dimulai dari April hingga Desember 2020. Tidak semua Seller mendapatkan insentif ini ya. Hanya Seller yang memiliki pendapatan maksimal 5 miliar per tahun yang berhak mendapatkan insentif ini. 

3. Angsuran PPh Pasal 25

PPh Pasal 25 yang akan menerima insentif dengan pengurangan besarnya angsuran sebesar 50% dari total angsuran yang seharusnya dibayar selama 6 bulan ke depan. PPh Pasal 25 masuk ke dalam aturan ini karena banyaknya pelaku usaha yang mulai berkurang aktivitasnya atau bahkan menghentikan usahanya untuk sementara selama wabah ini belum berhenti. Ketika kondisi seperti ini produktivitas Seller menjadi turun akan tidak adil jika Seller yang selama ini membayarkan angsuran jenis pajak ini tidak diberikan insentif. 

Syarat dan ketentuan insentif pajak PPh pasal 25

  1. Memiliki kode Klasifikasi Lapangan Usaha (KLU)* tertentu sebagaimana Lampiran M PMK
  2. Telah ditetapkan sebagai Perusahaan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor)
  3. Telah mendapatkan izin terkait Kawasan Berikat (Penyelenggara, Pengusaha, atau PDKB/Pengusaha di Kawasan Berikat merangkap Penyelenggara di Kawasan Berikat)
  4. Menyampaikan pemberitahuan pengurangan sebesar 30% dari angsuran PPh Pasal 25 yang seharusnya terutang.
  5. Seller harus mengajukan informasi tersebut kepada Kepala KPP terdaftar melalui www.pajak.go.id

Selain itu, dalam PMK-110/PMK.03/2020 juga dijelaskan bahwa PPh Final untuk UMKM berdasarkan PP 23 Tahun 2018 juga akan ditanggung pemerintah. Cara untuk mendapatkan insentif ini cukup mudah, yaitu tidak perlu mengajukan surat keterangan, cukup hanya dengan menyampaikan laporan realisasi tiap bulan, paling lambat tanggal 20 setiap bulannya ke kantor pajak tempat seller terdaftar.

Seller dapat mengajukan insentif pajak ini di halaman resmi kementerian pajak dengan langkah-langkah berikut.

Cara mengajukan insentif pajak

  1. Kunjungi website www.pajak.go.id dan klik tombol Login di pojok kanan atas, lalu masukkan NPWP, kata sandi, dan kode keamanan (CAPTCHA)
  2. Pilih tab Layanan dan klik pada ikon KSWP
  3. Scroll ke bawah dan pada bagian Profil Pemenuhan Kewajiban Saya, lalu pilih jenis insentif yang ingin kamu manfaatkan

Nah, kesempatan ini jangan dilewatkan begitu saja ya Seller. Yuk manfaatkan insentif dari Kementerian keuangan ini untuk memperbaiki perekonomian Indonesia. Semangat Seller!

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

top description

Info COVID-19: Terkait Kebijakan PSBB di Jawa Timur, Tokopedia Tetap Menjalani Aktivitas Seperti Biasa

Legalitas dan PerizinanDiperbarui 08 DecBaca 2 menit
top description

Cara Urus Surat Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri Saat Pandemi COVID-19

Legalitas dan PerizinanDiperbarui 08 DecBaca 2 menit
top description

Info COVID-19: Kementerian Keuangan RI Berikan Fasilitas Kepabeanan, Cukai & Pajak untuk Barang Kategori Kesehatan

Legalitas dan PerizinanDiperbarui 08 DecBaca 2 menit

Article

Social Media Tokopedia Seller

Beri masukan untuk kami

Perlu bantuan lebih lanjut?

© 2009-2021, PT Tokopedia | Syarat & ketentuan