Tokopedia

Topik

Kurikulum Tokopedia NYAM!
Materi Foodpreneur BersinarJadi Seller Tokopedia NYAM!

Layanan

Power MerchantOfficial Store
  1. COVID-19
  2. Info COVID-19: Imbauan untuk Seller Tokopedia di Tengah Pandemi COVID-19

Info COVID-19: Imbauan untuk Seller Tokopedia di Tengah Pandemi COVID-19

Yuk jualan online aman dari rumah untuk mencegah penyebaran virus COVID-19!

Diperbarui 06 Jul • Baca 2 menit

Hai Seller, Indonesia sudah memasuki tahun kedua dihadapkan dengan pandemi virus Corona (COVID-19). Angka penyebaran virus COVID-19 ini terus bertambah hingga diberlakukan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk wilayah Jawa dan Bali mulai tanggal 3 hingga 20 Juli 2021. Melihat situasi pandemi yang belum juga kondusif, penting bagi kita untuk tetap tenang dan ikut berperan aktif dalam mencegah penyebaran virus COVID-19.

Baca juga: PPKM Jawa dan Bali Berlaku, Batas Waktu Pengiriman Diperpanjang

Pemerintah menyarankan masyarakat untuk tinggal di rumah dan mematuhi protokol kesehatan agar penularan virus COVID-19 dapat diatasi dengan cepat. Dengan kebijakan PPKM ini, restoran/tempat makan dan pusat perbelanjaan ditutup sementara, sehingga belanja online merupakan salah satu solusi memenuhi kebutuhan pembeli. Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar kegiatan jualan online tetap lancar selama masa PPKM berlangsung.

10 hal yang bisa Seller Tokopedia lakukan di tengah pandemi COVID-19

Berikut 10 hal yang bisa kamu lakukan sebagai wujud mengambil langkah nyata dalam berkontribusi positif bagi masyarakat Indonesia di tengah pandemi COVID-19.

1. Membatasi aktivitas kerja di luar rumah kecuali sektor kebutuhan pokok

Pemerintah Indonesia menganjurkan para pemilik usaha untuk membatasi aktivitas kerja di luar rumah, kecuali sektor kebutuhan pokok. Berikut kebijakannya:

  • 100% Work from Home (Kerja dari Rumah) untuk sektor non-essential (bukan sektor pemenuhan kebutuhan pokok). Kegiatan bekerja dapat dilakukan secara online atau daring
  • Untuk sektor essential (pemenuhan kebutuhan pokok) diberlakukan 50% maksimum staf Work from Office (kerja dari kantor) dengan protokol kesehatan.
  • Untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf Work from Office (kerja dari kantor) dengan protokol kesehatan.

Berikut contoh untuk masing-masing sektor:

  • Sektor non-essential (bukan sektor pemenuhan kebutuhan pokok) meliputi handphone & gadget, sport, otomotif, elektronik, hobi, maupun properti
  • Sektor essential (pemenuhan kebutuhan pokok) meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non-penanganan karantina, dan industri orientasi ekspor.
  • Sektor kritikal meliputi energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

2. Atur Jadwal Toko

Jika adanya kebijakan PPKM ini kamu akan memiliki keterlambatan dalam membalas pesan pembeli, atur Jadwal Toko segera untuk menjaga performa Kecepatan Membalas Pesan di luar jam operasional toko. Masuk ke halaman ‘Pengaturan Toko’’. Pada bagian ‘Status’ klik ‘Buka Toko’ kemudian atur jadwal tokomu dan klik ‘Simpan’.

article

3. Ubah lokasi pengiriman dan pinpoint

Apabila sebelumnya kamu mengirim produk dari lokasi usaha seperti gudang atau toko offline, namun saat PPKM ini berlaku, aktivitas jualanmu pindah ke rumah, yuk langsung ubah lokasi pengiriman. Hal ini untuk menghindari kurir sama jemput paketmu. Caranya mudah, cukup klik ‘Pengaturan Toko’ lalu klik ‘Pengiriman’, masukkan alamat dan kode pos lalu scroll ke bawah. Klik Ubah pin point dan klik ‘Simpan’.

4. Berikan harga jual produk sewajarnya

Di tengah masa sulit ini, penting bagi kita untuk memastikan harga produk tetap terjaga normal agar masyarakat dapat dengan mudah mendapatkan produk-produk yang dibutuhkan. Harga produk yang tidak sewajarnya dapat menyebabkan produkmu dimoderasi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku di Tokopedia. Kamu dapat menggunakan rekomendasi harga produk dari Tokopedia agar tetap bisa bersaing.

Baca juga: Intip Rekomendasi Harga Jualan Biar Produk Laku Cepat

5. Jangan menimbun barang yang dibutuhkan oleh masyarakat

Penanganan virus COVID-19 memerlukan gotong-royong setiap pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Mari pastikan ketersediaan kebutuhan pokok terus tersedia dan mudah dijangkau oleh pembeli.

6. Gunakan penamaan produk yang benar

Gunakan rumus penamaan produk “Nama/Jenis Produk + Merek + Keterangan” agar masyarakat dapat menemukan produk sesuai dengan barang yang mereka cari. Penamaan produk dengan keterangan yang tidak relevan dapat menyebabkan produkmu tidak optimal di pencarian pembeli.

7. Lakukan transaksi penjualan pada platform Tokopedia

Agar transaksi penjualanmu terjamin keamananya, lakukan transaksi penjualan pada platform Tokopedia saja. Hubungi pembeli melalui aplikasi Tokopedia dan kirim barang dengan partner-partner logistik yang tersedia.

8. Lakukan pengiriman barang sesuai tata tertib COVID-19

Agar pengiriman paket tetap aman selama pandemi COVID-19, kamu dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Lakukan serah terima barang dengan minim kontak (contactless delivery) seperti menggantung barang di atas pagar atau tempat yang telah disepakati dengan kurir
  • Semua masyarakat (sehat maupun sedang kurang enak badan) wajib memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, khususnya saat melakukan serah terima barang. Untuk perlindungan ekstra, dianjurkan juga untuk menggunakan double masker (masker medis dan masker kain)
  • Kurangi transaksi dengan uang fisik dan gunakan pembayaran online atau Non Tunai
  • Setelah memegang paket, hindari menyentuh area wajah
  • Cuci tangan dengan sabun selama 20 detik setelah serah terima barang

Baca juga: Tips Serah Terima Barang yang Aman di Tengah Pandemi COVID-19

9. Tolak pesanan pembeli jika tidak bisa memenuhi pesanan tersebut

Jika kamu tidak bisa memenuhi pesanan pembeli karena satu dan lain hal, kamu bisa menolak pesanan pembeli dengan langkah-langkah berikut ini.

  • Masuk ke halaman pesanan, pelajari pesanan dari pembeli dengan saksama.
  • Jika dirasa tidak bisa memenuhi pesanan tersebut, klik 3 titik di sebelah tombol ‘Terima Pesanan’ seperti pada gambar di bawah ini.
article
  • Berikan alasan kenapa kamu menolak pesanan tersebut. Klik ‘Selanjutnya’.

article

  • Kemudian klik ‘Tolak Pesanan’ untuk menolak pesanan tersebut. Ingat, pastikan kamu menolak pesanan pembeli sebelum pesanan tersebut kamu terima agar skor performa tokomu tidak berkurang.

article

10. Atur status tokomu menjadi ‘Tutup’ jika kamu ingin tutup toko sementara

Jika kegiatan operasional tokomu terganggu di tengah masa PPKM ini dan kamu ingin tutup toko sementara, lakukan langkah-langkah berikut untuk tutup tokomu agar tidak menerima pesanan dari pembeli. Masuk ke halaman ‘Pengaturan Toko’. Pada bagian ‘Status Toko’, isi tanggal tutup tokomu kemudian isi Catatan Toko dan klik ‘Simpan’.

article

Meskipun Indonesia sedang menghadapi kondisi yang sulit, mari tetap optimis bahwa kondisi ini akan segera membaik dan kita semua bisa beraktivitas normal kembali. Ayo ikut ambil bagian dalam menghadapi situasi ini dengan melakukan 10 hal yang sudah disebutkan di atas. Tetap semangat dan jaga kesehatan kamu serta keluarga ya Seller!

Bagikan artikel ini

Artikel Terkait

top description

PENTING, Aturan Berjualan Produk Kesehatan dan Obat di Tokopedia

COVID-19Diperbarui 10 SepBaca 3 menit
top description

Info COVID-19: Tips Menjaga Kelangsungan Bisnis di Tengah Pandemi COVID-19

COVID-19Diperbarui 26 JulBaca 2 menit
top description

Info COVID-19: FAQ Seputar COVID-19

COVID-19Diperbarui 23 JulBaca 2 menit

Article

Social Media Tokopedia Seller

Beri masukan untuk kami

Perlu bantuan lebih lanjut?

© 2009-2021, PT Tokopedia | Syarat & ketentuan | Hak Kekayaan Intelektual