Cegah Komplain Pengiriman, Jangan Tunda Kirim Pesanan

Hi Seller,

Pernahkah saat kurir datang untuk pick up barang tapi produk yang kamu serahkan ke kurir tidak sesuai request di awal? Menunda mengirim produk akan membuat pembeli dan kurir kecewa lho.

Jangan sampai kejadian tersebut terjadi di tokomu, ya. Jika kamu klik Request Pick Up namun orderan yang diberikan ke kurir tidak sesuai jumlah seharusnya, banyak dampak negatif yang ditimbulkan. Padahal, kamu bisa mencegah hal ini dengan membuat prioritas pesanan sesuai jenisnya. Simak baik-baik penjelasan berikut.

Pesanan tak kunjung dikirim, apa dampaknya?

1. Pembeli komplain karena merasa kecewa

Ingat, begitu tokomu request pick up, seluruh proses akan terpantau oleh pembeli. Mereka bisa mengetahui apakah orderan sudah diserahkan ke kurir atau belum, juga jika kurir tak kunjung pick up karena Seller belum siap. Selain komplain melalui chat ataupun Tokopedia, hal ini bisa mendorong pembeli untuk meninggalkan review negatif di halaman produkmu.

2. Request Pick Up dibatalkan oleh layanan pengiriman

Beberapa layanan pengiriman memiliki Standard Operating Procedure (SOP) untuk membatalkan pick up jika permintaan tidak dapat dipenuhi dalam waktu 3×24 jam. Jika resi dibatalkan pihak kurir, transaksi akan otomatis batal dalam 2×24 jam. Khusus Official Store, pembatalan transaksi bisa menyebabkan penalti.

Bila kamu kemudian memilih mengirimkan orderan tersebut menggunakan layanan pengiriman lain, transaksi tidak akan batal. Namun hati-hati! Pastikan orderan tersebut bukan Bebas Ongkir, karena penggantian kurir pada orderan Bebas Ongkir juga akan berbuah penalti.

Bagaimana cara mencegahnya?

1. Pastikan stok produk benar-benar tersedia

Sesuaikan jumlah stok di etalase toko dengan jumlah yang ada di tempat penjemputan (jika gudang produk dan tempat penjemputanmu berbeda). Dengan begitu, kamu tidak perlu menunggu produk dikirim dari gudang untuk bisa diproses, karena hal ini akan membuat pembeli menunggu lebih lama.

2. Proses orderan sesuai prioritas

Buat skala prioritas orderan sesuai durasi pengiriman (contoh, proses orderan menggunakan kurir instan dan same day sebelum orderan reguler). Kemudian, proses dan kemas orderan sesuai daftar yang ada di menu “Siap Dikirim”.

3. Pastikan orderan siap di-pick up

Sebelum klik Request Pick Up, pastikan seluruh orderan yang harus diserahkan pada satu layanan pengiriman yang sama sudah benar-benar siap. Hal ini untuk menghindari kurir bolak-balik untuk menjemput orderan berbeda. Bila memungkinkan, letakkan orderan dalam tumpukan terpisah sesuai layanan pengiriman, sehingga kamu tidak perlu repot mencari ketika kurir datang.

4. Lakukan rekap bersama kurir

Ketika kurir datang, cocokkan orderan yang sudah diserahkan kepada pihak kurir dengan pesanan yang ada di tab “Menunggu pick up”. Caranya, bandingkan nomor resi/bukti pengiriman dengan nomor yang ada di label pengiriman.

5. Cek orderan yang masih berstatus “Menunggu pick up”

Jika setelah rekap kamu menemukan bahwa masih ada paket yang berstatus “Menunggu pick up”, segera cek bukti pengiriman/serah terima paket yang diberikan kurir. Jika benar kamu belum menyerahkannya, segera kemas orderan agar dapat segera dikirim! Kalau perlu, infokan pada pembeli bahwa paket masih diproses agar pembeli tidak komplain.

Jadi, mohon diingat untuk benar-benar pastikan orderan sudah siap sebelum Request Pick Up ya, Seller. Hal ini wajib dilakukan untuk mencegah adanya komplain seputar pengiriman dari kurir maupun pembeli. 

Baca juga: Cari Layanan Pick Up yang Cocok di Hati dan Bisnismu

Kirim Pesanan Sekarang!

Yuk, berikan kritik & masukan untuk Pusat Seller Tokopedia dengan mengisi survei ini

Survei Pusat Seller